Satpol PP Bekasi Mulai Copot Atribut Kampanye

BEKASI, SERUJI.CO.ID –  Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai menurunkan seluruh atribut kampanye dari seluruh kandidat Pilkada 2018 di wilayah setempat, Ahad (24/6).

“Hari ini adalah batas terakhir pemasangan alat peraga kampanye dari seluruh kandidat, kami pun ikut aturan main dengan menurunkanya mulai hari ini,” kata Kepala Satpol PP Pemkot Bekasi Cecep Suherlan di Bekasi, Ahad (24/6).

Menurut dia, penurunan alat peraga kampanye itu merupakan hasil koordinasi pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi menjelang pelaksanaan hari tenang.

Cecep mengatakan pihaknya melibatkan 873 personel Satpol PP untuk menurunkan alat peraga di seluruh ruas jalan di 12 kecamatan di wilayah setempat.


Dia mengatakan, jenis alat peraga yang akan dicopot petugas adalah baliho, spanduk, brosur, poster, dan pamflet. Seluruh media informasi ini, kata dia, tersebar di seluruh lingkungan Kota Bekasi termasuk ruas jalan protokol Ruas alan protokol yang dimaksud seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Djuanda, Jalan Sultan Agung, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Cut Meutia, Jalan Hasibuan, Jalan Chairil Anwar , Jalan KH. Noer Alie.

BACA JUGA:  Puncak Arus Mudik di Tol Cikarang Utama H-3

“Sudah saya instruksikan kepada seluruh personel di tingkat kecamatan agar menurunkan alat peraga kampanye mulai hari ini,” kata Cecep.

Menurut Cecep, penurunan alat peraga kampanye ini untuk menghargai para pemilih dalam menentukan pilihannya.

Selama masa tenang Pilkada mulai Ahad (24/6) hingga Selasa (26/6) pemilih memiliki waktu untuk memikirkan secara matang calon kepala daerahnya.

Komisioner KPU Kota Bekasi pada Divisi Perencanaan dan Data Syafrudin menambahkan, penurunan alat peraga kampanye bertujuan memberi kenyamanan kepada masyarakat dalam mengkaji dan memikirkan calon kepala daerah yang akan dipilihnya.

BACA JUGA:  Km 32 Tol Jakarta-Cikampek Ditutup
BACA JUGA:  Usai Lebaran, Pasien Kolesterol di Bekasi Meningkat

“Diharapkan pada Rabu (27/6), masyarakat dapat menentukan pilihannya dengan matang ke saat tiba di tempat pemungutan suara (TPS),” katanya.

Aturan ini juga mengacu pada Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Menurut dia, pemilih sudah disuguhkan kampanye sejak April 2018 dan kini menentukan keputusannya memberikan suara. (Ant/Su02)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Jakarta Masuk Jajaran 30 Kota Terbaik Dunia untuk Ekosistem Startup Bertaraf Global

Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Joddy Hernady memaparkan ada empat faktor yang menjadikan Jakarta sebagai kota 30 teratas penantang kuat ekonomi startup di dunia.

Satu Keluarga Tewas Akibat Terjebak Kebakaran Ruko di Jakarta Utara

“Keempat orang yang tewas itu merupakan satu keluarga,” kata Mustakim

Di Wilayah Ini, Kembali Listrik Padam Setelah Sebelumnya Menyala

Listrik masih byar-pet di wilayah ini. Rafiq salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh PLN terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Bantah Klaim Anies Baswedan, Djarot: Program Pengelolaan Sampah ITF Sejak Era Ahok

Kata Anies Baswedan, di eranya baru ada program pengelolaan sampah ITF, tapi Djarot mengatakan justru di era Ahok. Jadi mana yang benar?

SIM Kamu Habis Masa Berlakunya Hari ini? Catat, Inilah Lokasi SIM Keliling di Jakarta

SIM habis masa berlakunya, jangan pusing, datang saja ke layanan SIM Keliling milik Polda Metro Jaya. Cari yang terdekat dengan lokasi mu...

Wow, Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Membaik Tidak Lagi Kota Terpolusi di Dunia

Berada di nomor urut 23 dunia, kualitas udara Jakarta pagi ini membaik. Apakah karena listrik padam panjang ya? coba simak di berita ini....

BODETABEK

Mengenaskan, Seorang Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sesama Polisi

Seorang anggota polisi yang bertugas di Samsat Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RE tewas mengenaskan ditembak rekannya sesama polisi.

Partisipasi Pemilih di Depok Meningkat

METRO POPULER