Warga Bogor Diimbau Selektif Pilih Takjil Pasca Keracunan Massal

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Puskesmas Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, mengimbau masyarakat di wilayah itu selektif memilih menu berbuka puasa, agar peristiwa keracunan massal yang dialami warga Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, tidak terulang.

“Peristiwa keracunan ini jadi pembelajaran masyarakat agar lebih selektif memilih menu berbuka,” kata Kepala Puskesmas Bogor Utara, dr Oki Kurniawan di Bogor, Senin (28/5).

Ia mengajak masyarakat khususnya para korban keracunan untuk tidak memilih menu makanan yang berisiko seperti halnya hidangan tutut atau keong sawah. Apalagi dikonsumsi sehari-hari selama Ramadhan.

Menurutnya, belum diketahui memakan tutut sebagai sesuatu yang dihalalkan atau diharamkan bagi masyarakat muslim, mengingat hewan tersebut hidup di dua alam.


“Apakah dia tutut beracun atau tidak kita juga tidak tau. Katanya sih enak,” katanya.

BACA JUGA:  H+3 Lebaran, Lalu Lintas Arah Ciawi Mulai Padat

Oki mengatakan masyarakat harus mengetahui bahwa tidak semua makanan yang enak itu identik dengan baik dikonsumsi.

Khusus untuk warga yang menjadi pasien keracunan, pascapenyembuhan diingatkan untuk selektif memilih makanan.

“Dalam pengolahan makanan perlu memperhatikan sanitasi dan higienitas yang menjadi syarat makanan itu aman dikonsumsi,” katanya.

Baca juga: Korban Keracunan Tutut di Bogor Bertambah

Selama Ramadhan ini, pasien keracunan dapat makan dan minum seperti biasa, hanya saja harus menghindari makanan yang berisiko menganggu kesehatan seperti kopi, makanan asam dan pedas.

“Kalau bisa sebulan ini jangan dulu makan tutut khusus untuk warga Tanah Baru, untuk di luar Tanah Baru silahkan saja,” katanya.

Alasan pelarangan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa. Mengingat saat ini masih ditelusuri penyebab pasti keracunan yang dialami warga, apakah dari sumber tututnya, atau dari cara pengolahan yang tidak memenuhi syarat higienis dan sanitasi, maupun dari sumber air yang digunakan untuk memasak dan membersihkannya.

BACA JUGA:  Hari Ketiga Lebaran Antrian Kendaraan Mencapai Tiga Kilometer
BACA JUGA:  Bogor Target Jadi Kota Paling Dicintai di Dunia

“Kita juga tidak tau, apakah ada pengaruhnya jika tutut yang tidak laku dijual diolah lagi dengan tutut baru akan memberi efek,” kata Oki.

Seperti yang diberitakan sebelumnya lebih dari 85 warga Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru mengalami gejala mual, muntah dan diare setelah mengkonsumsi hidangan tutut. Warga terpaksa dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapat pengobatan.

Dibutuhkan waktu dua sampai tiga hari untuk memulihkan kondisi kesehatan warga dengan memberikan cairan infus, serta obat-obatan seperti antasida/norit, antimuntah dan antibiotik. (Ant/Su02)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Jakarta Masuk Jajaran 30 Kota Terbaik Dunia untuk Ekosistem Startup Bertaraf Global

Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Joddy Hernady memaparkan ada empat faktor yang menjadikan Jakarta sebagai kota 30 teratas penantang kuat ekonomi startup di dunia.

Satu Keluarga Tewas Akibat Terjebak Kebakaran Ruko di Jakarta Utara

“Keempat orang yang tewas itu merupakan satu keluarga,” kata Mustakim

Di Wilayah Ini, Kembali Listrik Padam Setelah Sebelumnya Menyala

Listrik masih byar-pet di wilayah ini. Rafiq salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh PLN terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Bantah Klaim Anies Baswedan, Djarot: Program Pengelolaan Sampah ITF Sejak Era Ahok

Kata Anies Baswedan, di eranya baru ada program pengelolaan sampah ITF, tapi Djarot mengatakan justru di era Ahok. Jadi mana yang benar?

SIM Kamu Habis Masa Berlakunya Hari ini? Catat, Inilah Lokasi SIM Keliling di Jakarta

SIM habis masa berlakunya, jangan pusing, datang saja ke layanan SIM Keliling milik Polda Metro Jaya. Cari yang terdekat dengan lokasi mu...

Wow, Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Membaik Tidak Lagi Kota Terpolusi di Dunia

Berada di nomor urut 23 dunia, kualitas udara Jakarta pagi ini membaik. Apakah karena listrik padam panjang ya? coba simak di berita ini....

BODETABEK

Mengenaskan, Seorang Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sesama Polisi

Seorang anggota polisi yang bertugas di Samsat Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RE tewas mengenaskan ditembak rekannya sesama polisi.

Partisipasi Pemilih di Depok Meningkat

METRO POPULER