Dishub Tangerang Larang Warga Bangun Polisi Tidur

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Aparat Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melarang warga untuk membuat tanggul jalan (polisi tidur) dengan berbagai alasan karena dianggap menganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Karena ada aturan yakni Keputusan Menteri Perhubugan No. 3 tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengamanan Pemakai Jalan,” kata Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas, Dishub Pemkab Tangerang, Dani Wiradana di Tangerang, Rabu (2/5).

Dani mengatakan penggunaan tanggul hanya pada jalan lingkungan atau pemukiman tapi untuk jalur umum dilarang.

Hal itu karena tanggul itu sebagai alat kelengkapan tambahan pada jalan dan berfungsi agar pengemudi dapat mengurangi kecepatan.


“Hanya dapat dipasang pada jalan lingkungan, jalan lokal kelas III C dan pada jalur yang sedang dalam konstruksi,” katanya.

BACA JUGA:  Dinsos Tangerang Dirikan Ratusan E-Warong

Bahkan pada pemasangan tanggul juga terdapat rambu lalu lintas atau tanda agar pengemudi hati-hati, jangan sampai keberadaannya malah membuat pengendara celaka.

Masalah tersebut terkait Dishub setempat melakukan peninjauan ke sejumlah ruas jalan menyangkut keberadaan tanggul yang dianggap mengganggu pengguna jalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Tangerang, Norman David mengatakan peninjauan ke lokasi seperti di Jalan Raya Cadas-Kukun, Kecamatan Rajeg dan Pasar Kemis, di jalan Binong-Cirug dan jalan Panongan.

Belakangan ini banyak keluhan dari publik pengguna kendaraan, bahwa keberadaan tanggul itu merusak kendaraan dan memperlambat kecepatan.

BACA JUGA:  Dua Pintu Air di Batuceper Akan Dijadikan Kampung Wisata

Pihaknya juga melakukan kajian terhadap keberadaan tanggul tersebut karena dianggap meresahkan pengendara karena merasa tidak nyaman ketika melintas, akibat tanggul dibangun relatif tinggi.

BACA JUGA:  SMS Dana Bantuan dari BPJS Adalah Hoax

Dani menambahkan pihaknya tidak dapat membongkar tanggul tersebut karena merupakan kewenangan dari aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Pemkab Tangerang.

Pihaknya berharap agar warga yang hendak memasang tanggul itu harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Dishub setempat sesuai Keputusan Menhub No.3 tahun 1994.

Demikian pula pemasangan tanggul tidak boleh melebihi ketinggian 12 cm dan diberi cat putih sebagai tanda agar pengendara dapat mengetahui ketika melintas. (Ant/SU02)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Jakarta Masuk Jajaran 30 Kota Terbaik Dunia untuk Ekosistem Startup Bertaraf Global

Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Joddy Hernady memaparkan ada empat faktor yang menjadikan Jakarta sebagai kota 30 teratas penantang kuat ekonomi startup di dunia.

Satu Keluarga Tewas Akibat Terjebak Kebakaran Ruko di Jakarta Utara

“Keempat orang yang tewas itu merupakan satu keluarga,” kata Mustakim

Di Wilayah Ini, Kembali Listrik Padam Setelah Sebelumnya Menyala

Listrik masih byar-pet di wilayah ini. Rafiq salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh PLN terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Bantah Klaim Anies Baswedan, Djarot: Program Pengelolaan Sampah ITF Sejak Era Ahok

Kata Anies Baswedan, di eranya baru ada program pengelolaan sampah ITF, tapi Djarot mengatakan justru di era Ahok. Jadi mana yang benar?

SIM Kamu Habis Masa Berlakunya Hari ini? Catat, Inilah Lokasi SIM Keliling di Jakarta

SIM habis masa berlakunya, jangan pusing, datang saja ke layanan SIM Keliling milik Polda Metro Jaya. Cari yang terdekat dengan lokasi mu...

Wow, Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Membaik Tidak Lagi Kota Terpolusi di Dunia

Berada di nomor urut 23 dunia, kualitas udara Jakarta pagi ini membaik. Apakah karena listrik padam panjang ya? coba simak di berita ini....

BODETABEK

Mengenaskan, Seorang Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sesama Polisi

Seorang anggota polisi yang bertugas di Samsat Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RE tewas mengenaskan ditembak rekannya sesama polisi.

Partisipasi Pemilih di Depok Meningkat

METRO POPULER