SPSI Tangerang Akui Keterampilan Buruh Masih Minim

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Tangerang, Banten, mengakui ketrampilan para buruh setempat masih minim karena jumlah Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah itu terbatas.

“Ini sangat wajar karena kebutuhan industri tidak sama dengan ilmu yang didapat calon tenaga kerja di sekolah,” kata Ketua SPSI Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriyadi di Tangerang, Kamis (3/5).

Ahmad mengatakan sulit disejajarkan kebutuhan industri dengan ketrampilan yang miliki tamatan sekolah kejuruan.

Untuk itu, katanya, peran BLK sangat penting karena tenaga kerja produktif dapat meningkat ketrampilan salah satunya melalui pelatihan.


Sekolah kejuruan saat ini, banyak di bidang otomotif dan mesin produksi, itu pun diajarkan secara umum dan tidak khusus.

BACA JUGA:  Tunggakan Pajak Kendaraan di Tangerang Capai Rp640 Miliar

Masalah tersebut terkait tingkat pengangguran usia produktif di Kabupaten Tangerang masih tinggi padahal banyak pabrik yang membuka lowongan kerja.

Penyebab pengangguran karena calon pekerja tidak memiliki ketrampilan dan tingginya urbanisasi dari daerah lain untuk mengincar lowongan pekerjaan.

Demikian pula tenaga kerja lokal kalah bersaing dengan kaum urban sehingga kesempatan kerja tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal meski lowongan terbuka lebar.

“Ini merupakan salah satu problema yang harus diselesaikan oleh pemangku kepentingan, jika tidak diselasaikan dengan baik, maka serbuan tenaga kerja asing (TKA) terus bertambah,” katanya.

Dalam laporan Disnaker setempat bahwa TKA itu dominan berasal dari Tiongkok sebanyak 657 orang, Taiwan (223), Korea Selatan (361), India (45) dan selebihnya dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lain di Eropa.

BACA JUGA:  Kementerian Perdagangan Tinjau SPBU Curang di Ciputat
BACA JUGA:  Tunggakan Pajak Kendaraan di Tangerang Capai Rp640 Miliar

Sedangkan para TKA tersebut bekerja tersebar sebanyak 585 perusahaan yang ada pada 15 kecamatan, diantaranya di Cikupa, Balaraja, Jayanti dan Kecamatan Pasar Kemis.

Padahal sebelumnya, Pj Bupati Tangerang, Komarudin mengatakan aparat Disnaker supaya melakukan kunjungan ke pabrik dan meminta data yang jelas mengenai TKA karena selama ini banyak warga lokal yang belum mendapatkan pekerjaan.

Komarudin mengatakan bila tidak didata maka dapat menimbulkan kerawanan sosial terutama terhadap buruh setempat. (Ant/SU01)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Jakarta Masuk Jajaran 30 Kota Terbaik Dunia untuk Ekosistem Startup Bertaraf Global

Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Joddy Hernady memaparkan ada empat faktor yang menjadikan Jakarta sebagai kota 30 teratas penantang kuat ekonomi startup di dunia.

Satu Keluarga Tewas Akibat Terjebak Kebakaran Ruko di Jakarta Utara

“Keempat orang yang tewas itu merupakan satu keluarga,” kata Mustakim

Di Wilayah Ini, Kembali Listrik Padam Setelah Sebelumnya Menyala

Listrik masih byar-pet di wilayah ini. Rafiq salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh PLN terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Bantah Klaim Anies Baswedan, Djarot: Program Pengelolaan Sampah ITF Sejak Era Ahok

Kata Anies Baswedan, di eranya baru ada program pengelolaan sampah ITF, tapi Djarot mengatakan justru di era Ahok. Jadi mana yang benar?

SIM Kamu Habis Masa Berlakunya Hari ini? Catat, Inilah Lokasi SIM Keliling di Jakarta

SIM habis masa berlakunya, jangan pusing, datang saja ke layanan SIM Keliling milik Polda Metro Jaya. Cari yang terdekat dengan lokasi mu...

Wow, Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Membaik Tidak Lagi Kota Terpolusi di Dunia

Berada di nomor urut 23 dunia, kualitas udara Jakarta pagi ini membaik. Apakah karena listrik padam panjang ya? coba simak di berita ini....

BODETABEK

Mengenaskan, Seorang Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sesama Polisi

Seorang anggota polisi yang bertugas di Samsat Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RE tewas mengenaskan ditembak rekannya sesama polisi.

Partisipasi Pemilih di Depok Meningkat

METRO POPULER