Kejari Bekasi Geledah Rumah Kades Diduga Korupsi

BEKASI, SERUJI.CO.ID – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, menggeledah rumah Kepala Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara, Asep Mulyana diduga terlibat korupsi dana desa dan juga diduga terlibat sejumlah kasus penyimpangan anggaran dan kegiatan fiktif.

“Tadi kita sudah kesana (rumah Asep), menggeledah dan membawa beberapa dokumen yang ada,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Haerdin di Cikarang, Rabu (23/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Asep diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa pada 2016 dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

Selain itu Asep pun diduga terlibat dalam sejumlah kasus lain seperti anggaran pembangunan irigasi pemasangan dekker atau jembatan saluran sebesar Rp50 juta yang diduga fiktif.

BACA JUGA:  Hakim PN Tangerang Segera Disidang Terkait Kasus Suap

Kemudian anggaran pembinaan kerukunan umat beragama yang dalam laporan pertanggungjawaban Kepala Desa dilaksanakan sebanyak dua kali namun kegiatan tersebut sama sekali tidak pernah dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp90 juta.

Tidak cukup di situ Asep pun diduga terlibat dalam sejumlah penyimpangan anggaran lain di antaranya kegiatan pembinaan organisasi perempuan, kegiatan pemberdayaan kebersihan dan keindahan lingkungan, serta kegiatan pembinaan keamanan.

Kemudian kegiatan pembangunan jalan desa (jaling), kegiatan pembangunan sarana dan prasarana fisik kantor, kegiatan pembangunan sarana air bersih, serta kegiatan penyusunan APBDES dan pertanggungjawabannya.

BACA JUGA:  Diduga Ada Korupsi Pengadaan Buku Sekolah di Depok, CWI Lapor ke KPK

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bekasi Angga Dhielayaksa menyatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen pendukung.

“Barang buktinya yang berhubungan terkait dengan korupsi yang berkaitan dengan kepala desa. Ada banyak dokumen yang diamankan, tidak bisa sebutkan satu per satu. Tapi ada dokumen,” katanya.

BACA JUGA:  Hakim PN Tangerang Segera Disidang Terkait Kasus Suap

Dengan penggeledahan tersebut Angga menegaskan status dugaan korupsi ini telah meningkat menjadi penyidikan. (Ant/SU02)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Jakarta Masuk Jajaran 30 Kota Terbaik Dunia untuk Ekosistem Startup Bertaraf Global

Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Joddy Hernady memaparkan ada empat faktor yang menjadikan Jakarta sebagai kota 30 teratas penantang kuat ekonomi startup di dunia.

Satu Keluarga Tewas Akibat Terjebak Kebakaran Ruko di Jakarta Utara

“Keempat orang yang tewas itu merupakan satu keluarga,” kata Mustakim

Di Wilayah Ini, Kembali Listrik Padam Setelah Sebelumnya Menyala

Listrik masih byar-pet di wilayah ini. Rafiq salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh PLN terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Bantah Klaim Anies Baswedan, Djarot: Program Pengelolaan Sampah ITF Sejak Era Ahok

Kata Anies Baswedan, di eranya baru ada program pengelolaan sampah ITF, tapi Djarot mengatakan justru di era Ahok. Jadi mana yang benar?

SIM Kamu Habis Masa Berlakunya Hari ini? Catat, Inilah Lokasi SIM Keliling di Jakarta

SIM habis masa berlakunya, jangan pusing, datang saja ke layanan SIM Keliling milik Polda Metro Jaya. Cari yang terdekat dengan lokasi mu...

Wow, Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Membaik Tidak Lagi Kota Terpolusi di Dunia

Berada di nomor urut 23 dunia, kualitas udara Jakarta pagi ini membaik. Apakah karena listrik padam panjang ya? coba simak di berita ini....

BODETABEK

Mengenaskan, Seorang Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sesama Polisi

Seorang anggota polisi yang bertugas di Samsat Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RE tewas mengenaskan ditembak rekannya sesama polisi.

Partisipasi Pemilih di Depok Meningkat

METRO POPULER

Kenang Kepsek Semasa Sekolah di SMAN 2 Yogya Yang Wafat, Anies Baswedan: Beliau Teladan

Diantara yang dikenang mantan Menteri Pendidikan ini adalah kebiasaan Pak Anton yang setiap pagi pukul 6.30 selalu menunggu muridnya di depan gerbang sekolah, sambil menyapa dengan hangat.