Mantan Relawan Jokowi: Proyek Infrastruktur Banyak Gagal Akibat Pencitraan Jokowi

70
2366
  • 717
    Shares
Tol Manado-Bitung yang roboh, Selasa (17/4/2018). (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Proyek infrastruktur pemerintah kembali bermasalah. Terbaru, proyek Jalan Tol Manado-Bitung di Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, roboh dan menimbun pekerja proyek dengan 2 tewas, pada Selasa (17/4) lalu.

Menurut koordinator Komunitas Relawan Sadar (KORSA) Amirullah Hidayat, kejadian itu merupakan akibat akumulasi pencitraan yang dilakukan pemerintahan Jokowi, dimana pembangunan infrastruktur di rezim ini tidak dikerjakan secara profesional.

“Yang ada hanya kejar waktu cepat selesai sehingga bisa diresmikan dan dipublikasikan secara besar-besaran,” kata Amirullah lewat rilisnya, Rabu (18/4).

Amirullah sangat menyesalkan kejadian tersebut. Seharusnya, katanya, bila proyek tersebut dikerjakan secara profesional dan dengan perencanaan yang matang, kejadian rubuhnya tol tidak terulang. Apalagi rubuhnya pekerjaan infrastruktur sudah sering memakan korban jiwa.

“Inilah akibat pembangunan dipakai pencitraan, rakyat jadi korban. Dan saya yakin kalau sudah seperti ini pasti akan saling menyalahkan, pemerintah menyalahkan kontraktor, kontraktor menyalahkan perencanaan. Nanti ujungnya yang disalahkan alam padahal yang salah adalah Jokowi karena memaksa semua harus siap sebelum pilpres sehingga dapat diresmikan dan dipublish secara besar-besaran,” ujar tokoh muda Muhammadiyah ini.

Oleh karena itu, KORSA sebagai eks relawan Jokowi meminta kepada Presiden Jokowi untuk bertanggung jawab atas kejadian ini, dan menghentikan semua tindakan pembangunan untuk pencitraan guna mencari muka kepada rakyat terutama menjelang Pilpres 2019.

“Apalagi rakyat sudah muak dengan gaya kepemimpinan saat ini yang penuh sandiwara dan gila pencitraan, dan kami yakin pada pilpres nanti, Jokowi tidak akan terpilih lagi,” ujarnya.

Ditegaskan juga oleh Amirullah, bahwa Jokowi telah gagal mewujudkan janji kampanyenya, dan mengkhianati Nawacita yang dulu diusung.

“Kami akan terus bongkar tentang apa dan siapa serta bagaimana Jokowi memerintah, karena kami sebagai mantan relawan mengetahui semuanya. Jokowi cukup satu periode saja,” pungkasnya. (ARif R/Hrn)

70 KOMENTAR

  1. YANG PERLU DI PERHATIKAN OLEH KEMENTRIAN PUPR ADALAH PASCA KONTRUKSI

    BEGITU PROYEK INFRASTRUCTURE DI NYATAKAN SELESAI SEBELUM DI GUNAKAN OLEH MASYARAKAT PENGGUNA JALAN
    HARUS DI LAKUKAN TES UJI KELAYAKAN KONSTRUKSI UNTUK MENGHINDARI KEGAGALAN STRUKTUR JANGAN SAMPAI ADA KORBAN MANUSIA PASCA KONTRUKSI, SEPERTI KASUS DINDING PENAHAN TANAH PADA JEMBATAN DI BANDARA SUTTA

  2. Ambruk belum sempat diresmikan……!!! Proyek berkasus krn ada korban kematian dan dana tidak ada lagi, Lalu dihentikan.. Ganti presiden kasus belum selesai, akhirnya mangkrak… Presiden terpilih dibully dan disalahkan krn membuat mangkrak proyek.. Begitukah scenario yg mau dibuat kedepan…?

  3. Yang menilai lebih gampang,kalau disuruh kerja paling cuma jadi makelar bisanya,konstruksi itu berkaitan dengan alam,jadi kalau kita menentang alam ya begitu itu,jadi jangan salahkan yg kerja,salah kan yg memaksa agar bisa terealisasi itu proyek,

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU