Tewasnya Anak di Acara Pembagian Sembako, Sandiaga: Jadi Evaluasi dan Refleksi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan musibah pembagian sembako di Lapangan Monumen Nasional (Monas) oleh panitia dari Forum Untukmu Indonesia dan menewaskan dua orang anak menjadi bahan evaluasi.

“Entah apa yang terjadi Sabtu (28/4) kemarin. Jadi ini menjadi refleksi dan evaluasi buat kami. Dan Insya Allah ini kedisiplinannya kita akan tingkatkan untuk acara-acara selanjutnya,” kata Sandiaga di Jakarta Utara, Kamis.

Oleh karena itu, dia menyerahkan pengusutan kasus tewasnya dua orang anak tersebut kepada aparat hukum.

“Kalau Pemprov DKI sudah melakukan kajian sebelum, pas dan pasca kejadian. Dinas Kesehatan baru memberikan laporan kepada kami. Pariwisata dan Kebudayaan memberikan laporan dan Dinas Perhubungan juga,” kata Wagub.

BACA JUGA:  Suasana Keramaian di Jakarta Pusat Mulai Normal

Dia juga meminta dengan peristiwa tersebut digunakan kesempatan untuk saling melihat di antara sesama, merefleksi apakah ada anggota masyarakat di sekitar yang memerlukan bantuan.

“Untuk beras, untuk minyak goreng dan indomie saja mereka sampai harus berdesak-desakkan seperti itu. Padahal kita punya program melalui KJP dan Bazis. Zakat, Infak dan Sedekah kita bisa arahkan ke sana. Oleh karena itu Pak Wali akan memetakan mana yang perlu. Pesan Pak Anies sendiri kan kemiskinan di Pademangan Jakarta Utara ini sangat memprihatinkan,” kata Sandiaga.

BACA JUGA:  DKI Jakarta Akan Luncurkan Aplikasi Pangan Bersubsidi

Dia juga mengingatkan kepada media jangan bentur-benturkan pihaknya dengan penyelenggara dan benturkan dengan partai politik yang kebetulan tidak mendukung pasangan Anies-Sandiaga pada Pilkada sebelumnya.

“Karena sekarang tugas kami untuk seluruh masyarakat Jakarta. Kita tidak bisa beda-bedakan termasuk untuk Ibu Kokom, yang kami harapkan panitia bisa ‘gentleman’, sikapnya ksatria,” kata Sandiaga.

BACA JUGA:  Sandiaga Minta Dinas Ketahanan Pangan Awasi Makanan Takjil

Acara pembagian sembako tersebut mengakibatkan dua bocah di bawah umur bernama Rizki Syahputra (10) dan Mahesa Junaedi (12) tewas karena terinjak saat berdesakan dengan orang dewasa.

Keduanya merupakan warga Pademangan Barat, Jakarta Utara. (Ant/SU02)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Jakarta Masuk Jajaran 30 Kota Terbaik Dunia untuk Ekosistem Startup Bertaraf Global

Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Joddy Hernady memaparkan ada empat faktor yang menjadikan Jakarta sebagai kota 30 teratas penantang kuat ekonomi startup di dunia.

Satu Keluarga Tewas Akibat Terjebak Kebakaran Ruko di Jakarta Utara

“Keempat orang yang tewas itu merupakan satu keluarga,” kata Mustakim

Di Wilayah Ini, Kembali Listrik Padam Setelah Sebelumnya Menyala

Listrik masih byar-pet di wilayah ini. Rafiq salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh PLN terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Bantah Klaim Anies Baswedan, Djarot: Program Pengelolaan Sampah ITF Sejak Era Ahok

Kata Anies Baswedan, di eranya baru ada program pengelolaan sampah ITF, tapi Djarot mengatakan justru di era Ahok. Jadi mana yang benar?

SIM Kamu Habis Masa Berlakunya Hari ini? Catat, Inilah Lokasi SIM Keliling di Jakarta

SIM habis masa berlakunya, jangan pusing, datang saja ke layanan SIM Keliling milik Polda Metro Jaya. Cari yang terdekat dengan lokasi mu...

Wow, Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Membaik Tidak Lagi Kota Terpolusi di Dunia

Berada di nomor urut 23 dunia, kualitas udara Jakarta pagi ini membaik. Apakah karena listrik padam panjang ya? coba simak di berita ini....

BODETABEK

Mengenaskan, Seorang Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sesama Polisi

Seorang anggota polisi yang bertugas di Samsat Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RE tewas mengenaskan ditembak rekannya sesama polisi.

Partisipasi Pemilih di Depok Meningkat

METRO POPULER

Proyek Blast Furnace Potensi Rugikan Krakatau Rp10 Triliun, Said Didu: Kontraktornya dari China

Nah lho? Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu mengatakan bahwa proyek blast furnace tersebut dikerjakan oleh kontraktor dari negara China.