Dinkes Bogor Awasi Penjualan Makanan Buka Puasa

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, melakukan pengawasan terhadap makanan dan melakukan inspeksi mendadak khusus di bulan Ramadhan dengan sasaran pedagang berbuka puasa atau takjil untuk memastikan aman bagi kesehatan masyarakat.

“Kami sedang membahas persiapannya dengan Disperindag. Yang jelas dalam waktu dekat ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah di Bogor, Selasa (29/5).

Rubaeah mengatakan pengawasan makanan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, terutama di bulan Ramadhan. Khusus tahun ini pengawasan lebih diintensifkan menyusul kasus keracunan massal yang dialami warga RW 007, Kelurahan Tanah Baru.

BACA JUGA:  Pemkot Bogor Perkuat Dewan Ketahanan Pangan

Ia mengatakan sasaran inepsksi mendadak (sidak) adalah tempat penjualan takjil yang ada di Kota Bogor. Sidak melibatkan instansi terkait, baik dari Dinas Kesehatan, Disperindag, Satpol PP, Ketahanan Pangan maupun kepolisian.


Dalam sidak tersebut akan diuji sampel takjil untuk mengantisipasi bahan pangan mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet dan mengawasi proses pengolahannya.

Pengawasan ini, kata Rubaeah, bagian daari sosialisasi ke masyarakat untuk membuat makanan yang aman bagi kesehatan.

“Kami sekaligus mengedukasi warga untuk memperhatikan cara pengolahan makanannya memenuhi syarat sanitasi dan higienis,” katanya.

Ia mencontohkan, “tutut” atau keong yang memiliki protein tinggi harus diolah dengan baik, memperhatikan sanitasi dan higienisnya.

BACA JUGA:  Dishub Bogor: Lalu Lintas Jalur Puncak Terpantau Ramai

“‘Tutut’ ini karena proteinnya tinggi harus dikonsumsi dalam waktu lima sampai enam jam. Lebih dari itu sudah kurang baik,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan, Dinas Kesehatan Kota Bogor mengimbau warga untuk selektif memilih menu hidangan berbuka puasa.

BACA JUGA:  Mie Glosor Hidangan Wajib Buka Puasa Kota Bogor

“Yang harus dihindari itu gorengan, makanan yang pedas dan makanan mengandung protein tinggi, seperti ‘tutut’ itu proteinnya tinggi, kalaupun mau dikonsumsi pengolahannya harus benar dan dihabiskan sebelum enam jam,” kata Rubaeah. (Ant/SU02)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Jakarta Masuk Jajaran 30 Kota Terbaik Dunia untuk Ekosistem Startup Bertaraf Global

Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Joddy Hernady memaparkan ada empat faktor yang menjadikan Jakarta sebagai kota 30 teratas penantang kuat ekonomi startup di dunia.

Satu Keluarga Tewas Akibat Terjebak Kebakaran Ruko di Jakarta Utara

“Keempat orang yang tewas itu merupakan satu keluarga,” kata Mustakim

Di Wilayah Ini, Kembali Listrik Padam Setelah Sebelumnya Menyala

Listrik masih byar-pet di wilayah ini. Rafiq salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh PLN terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Bantah Klaim Anies Baswedan, Djarot: Program Pengelolaan Sampah ITF Sejak Era Ahok

Kata Anies Baswedan, di eranya baru ada program pengelolaan sampah ITF, tapi Djarot mengatakan justru di era Ahok. Jadi mana yang benar?

SIM Kamu Habis Masa Berlakunya Hari ini? Catat, Inilah Lokasi SIM Keliling di Jakarta

SIM habis masa berlakunya, jangan pusing, datang saja ke layanan SIM Keliling milik Polda Metro Jaya. Cari yang terdekat dengan lokasi mu...

Wow, Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Membaik Tidak Lagi Kota Terpolusi di Dunia

Berada di nomor urut 23 dunia, kualitas udara Jakarta pagi ini membaik. Apakah karena listrik padam panjang ya? coba simak di berita ini....

BODETABEK

Mengenaskan, Seorang Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sesama Polisi

Seorang anggota polisi yang bertugas di Samsat Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RE tewas mengenaskan ditembak rekannya sesama polisi.

Partisipasi Pemilih di Depok Meningkat

METRO POPULER