Larangan Display Rokok Tidak Pengaruhi Penjualan Ritel di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Kebijakan larangan pemajangan atau ‘display’ rokok di tempat penjualan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat tidak mempengaruhi penjualan peritel.

“60,2 persen peritel menyatakan pelarangan pemajangan tidak akan mempengaruhi penjualan produk rokok,” kata Bambang Priyono, Ketua No Tobacco Community (NoTC) di Balai Kota Bogor, Jumat (4/5).

Bambang memaparkan hasil monitoring implementasi larangan pemajangan rokok kepada Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, dan disaksikan pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubeah, serta instansi terkait.

NoTC sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap pengendalian tembakau di Kota Bogor melakukan evaluasi dan monitoring terkait Peratuan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Bogor.


Monitoring kali ini difokuskan pada implementasi kebijakan larangan pemajangan rokok yang dikeluarkan Pemkot Bogor melalui Surat Edaran yang ditandadangani oleh Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat perihal larangan display rokok di seluruh toko penjualan baik supermarket, dan minimarket pada Oktober 2017.

BACA JUGA:  Dinkes Bogor Awasi Penjualan Makanan Buka Puasa

Peritel modern diminta menutup pemajangan rokok dengan tirai, atau spanduk, dan hanya boleh menuliskan keterangan “Di sini tersedia rokok”.

“Kami melakukan monitoring dari bulan November sampai dengan Desember 2017 dengan menggunakan metode bola salju (snow ball),” kata Bambang.

Menurutnya metode bola salju digunakan karena pihaknya kesulita untuk mendapatkan data jumlah ritel di Kota Bogor. Sehingga melakukan survei ke lapangan bersama aparat kelurahan.

“Kami mendapatkan angka 269 ritel modern di Kota Bogor,” katanya.

Tujuan monitoring dilakukan untuk mengetahui tingkat kepatuhan, mengetahui opini pengelola ritel mengenai pelarangan pemajangan produk tembakau dan iklan, promosi, serta sponsor di ritel modern.

Selanjutnya mengetahui efek pemajangan terhadap penjualan produk tembakau selama pemberlakukan pelarangan pemajangan produk tembakau dan lainnya.

Hasil monitoring lanjut Bambang, menunjukkan angka kepatuhan terhadap kebijakan tersebut sebesar 82,9 persen, dan 96,3 persen mendukung peraturan larangan display produk rokok.

BACA JUGA:  Varietas Padi Inpari Mampu Produksi 11 Ton per Hektar
BACA JUGA:  H+4 Lebaran, Lalu Lintas Arah Jalur Puncak Meningkat

“94,4 persen pengelola ritel mengetahui larangan display dan wajib mengimplementasikannya, 92,9 persen menyakini pelarangan display rokok salah satu inisiatif sehat yang dimulai dari Kota Bogor,” kata Bambang.

Menurut Bambang hasil survei ini juga dapat membatah klaim peritel yang merasa penjualan produk rokok menurun sejak adanya pelarangan.

Selain itu, menjawab sanggahan peritel yang menyatakan kebijakan larangan display rokok ini dinilai bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012.

Bambangan mengatakan aturan ini tidak bertentang dengan PP 109/2012 sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 36/2009 tengang kesehatan lebih merupakan pedoman minimalis.

“Artinya jika ada daerah yang bias mengambil kebijakan yang melebihi dari yang sekedar di patur dalam PP tersebut, maka hukumnya sah-sah saja,” kata Bambang.

Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman menanggapi hasil monitoring yang dilakukan NoTC sebagai pendoman bagi Pemkot Bogor untuk tetap konsisten menerapkan Perda Nomor 12 Tahun 2009 tentang KTR. (Ant/SU01)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Jakarta Masuk Jajaran 30 Kota Terbaik Dunia untuk Ekosistem Startup Bertaraf Global

Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Joddy Hernady memaparkan ada empat faktor yang menjadikan Jakarta sebagai kota 30 teratas penantang kuat ekonomi startup di dunia.

Satu Keluarga Tewas Akibat Terjebak Kebakaran Ruko di Jakarta Utara

“Keempat orang yang tewas itu merupakan satu keluarga,” kata Mustakim

Di Wilayah Ini, Kembali Listrik Padam Setelah Sebelumnya Menyala

Listrik masih byar-pet di wilayah ini. Rafiq salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh PLN terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Bantah Klaim Anies Baswedan, Djarot: Program Pengelolaan Sampah ITF Sejak Era Ahok

Kata Anies Baswedan, di eranya baru ada program pengelolaan sampah ITF, tapi Djarot mengatakan justru di era Ahok. Jadi mana yang benar?

SIM Kamu Habis Masa Berlakunya Hari ini? Catat, Inilah Lokasi SIM Keliling di Jakarta

SIM habis masa berlakunya, jangan pusing, datang saja ke layanan SIM Keliling milik Polda Metro Jaya. Cari yang terdekat dengan lokasi mu...

Wow, Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Membaik Tidak Lagi Kota Terpolusi di Dunia

Berada di nomor urut 23 dunia, kualitas udara Jakarta pagi ini membaik. Apakah karena listrik padam panjang ya? coba simak di berita ini....

BODETABEK

Mengenaskan, Seorang Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sesama Polisi

Seorang anggota polisi yang bertugas di Samsat Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RE tewas mengenaskan ditembak rekannya sesama polisi.

Partisipasi Pemilih di Depok Meningkat

METRO POPULER