Pemkab Tangerang Cairkan Dana Desa Rp537 Miliar

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, segera mencairkan dana desa tahun 2018 sebesar Rp537 miliar yang dialokasikan untuk sebanyak 426 desa tersebar pada 29 kecamatan.

“Ada peningkatan jumlah dari tahun 2017, yakni sebesar Rp322 miliar,” kata Kepala Seksi Fasilitas Pengelolaan Keuangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-PD) Pemkab Tangerang, Nurul Huda di Tangerang, Rabu (2/5).

Nurul mengatakan pencairan dana itu sesuai jadwal menjelang bulan puasa 2018 karena dapat digunakan untuk pembangunan insfrastruktur desa.

Namun percairan dilakukan secara bertahap, untuk pertama sebesar 20 persen dan kedua serta ketiga masing-masing 40 persen.

BACA JUGA:  Melalui Makam Keramat, Tangerang Minta Tol Serpong-Balaraja Dipindah

Dia mengatakan terdapat perubahan skema pencairan yang tahun 2017 hanya dua tahap, tapi pencairan saat ini tiga tahap berdasarkan peraturan dari Kementerian Keuangan.

Dia menambahkan agar kepala desa atau perangkat desa lainnya dapat memanfaatkan dana itu untuk kepentingan publik dan pembangunan insfrastruktur.

Bahkan dana tersebut tidak diperkenankan untuk kepentingan pribadi kepala desa karena berasal dari APBN dan ditransfer ke rekening Pemkab Tangerang kemudian disalurkan.

Hal itu karena harus ada laporan pertanggungjawaban kepala desa sehingga tidak dapat begitu saja dicairkan, termasuk membuat rencana pengunaan anggaran sebelumnya.

BACA JUGA:  Dinsos Tangerang Segera Luncurkan BPNT 2018 di Pakuhaji

“Setiap desa mendapatkan dana tersebut sebesar Rp1,2 miliar dan pada tahun 2017 hanya mencapai Rp800 juta,” katanya.

Menurut dia, dana tahap awal untuk pembangunan fisik, setelah itu dialokasikan pada tunjangan perangkat desa dan belanja langsung.

BACA JUGA:  SMS Dana Bantuan dari BPJS Adalah Hoax

Pengunaan dana desa harus terbuka dan diketahui publik, maka perlu dibuatkan pengumuman atau spanduk agar dapat dibaca warga.

Sebelumnya, dana desa tahun 2018 terlambat dicairkan seharusnya awal April karena sejumlah kepala desa belum membuat laporan pertanggungjawaban pengunaan. (Ant/SU02)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Jakarta Masuk Jajaran 30 Kota Terbaik Dunia untuk Ekosistem Startup Bertaraf Global

Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Joddy Hernady memaparkan ada empat faktor yang menjadikan Jakarta sebagai kota 30 teratas penantang kuat ekonomi startup di dunia.

Satu Keluarga Tewas Akibat Terjebak Kebakaran Ruko di Jakarta Utara

“Keempat orang yang tewas itu merupakan satu keluarga,” kata Mustakim

Di Wilayah Ini, Kembali Listrik Padam Setelah Sebelumnya Menyala

Listrik masih byar-pet di wilayah ini. Rafiq salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan bahwa pemadaman listrik oleh PLN terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Bantah Klaim Anies Baswedan, Djarot: Program Pengelolaan Sampah ITF Sejak Era Ahok

Kata Anies Baswedan, di eranya baru ada program pengelolaan sampah ITF, tapi Djarot mengatakan justru di era Ahok. Jadi mana yang benar?

SIM Kamu Habis Masa Berlakunya Hari ini? Catat, Inilah Lokasi SIM Keliling di Jakarta

SIM habis masa berlakunya, jangan pusing, datang saja ke layanan SIM Keliling milik Polda Metro Jaya. Cari yang terdekat dengan lokasi mu...

Wow, Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Membaik Tidak Lagi Kota Terpolusi di Dunia

Berada di nomor urut 23 dunia, kualitas udara Jakarta pagi ini membaik. Apakah karena listrik padam panjang ya? coba simak di berita ini....

BODETABEK

Mengenaskan, Seorang Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sesama Polisi

Seorang anggota polisi yang bertugas di Samsat Polda Metro Jaya dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RE tewas mengenaskan ditembak rekannya sesama polisi.

Partisipasi Pemilih di Depok Meningkat

METRO POPULER